Ponsel “Ubuntu-Android” Butuh Donasi Rp 300 Miliar

Ponsel “Ubuntu-Android” Butuh Donasi Rp 300 Miliar

Ponsel “Ubuntu-Android” Butuh Donasi Rp 300 Miliar – Sistem operasi mobile berbasis Linux Ubuntu telah diperkenalkan oleh Canonical pada Januari lalu. Namun, wujud ponselnya tak kunjung dipasarkan sampai sekarang karena proyek ini butuh dana besar.

ubuntu for android

Memproduksi perangkat komersialnya memang jadi tantangan bagi Canonical sebagai perusahaan di balik Ubuntu. Tak mudah memang meyakinkan vendor ponsel untuk memproduksi ponsel berbasis Ubuntu di tengah mendominasinya Android yang didukung Google.

Tak kurang akal, Rabu (23/7/2013), Canonical mengumumkan kampanye dengan konsep crowfunding bertajuk Indiegogo yang bertujuan mengumpulkan dana untuk mewujudkan smartphone berbasis OS Ubuntu. Dana yang diperlukan untuk proyek ini adalah sebesar 32 juta dollar AS atau sekitar Rp 322 miliar.

Ponsel yang sedang dirancang dan akan diproduksi massal adalah Ubuntu Edge. Ponsel ini akan dibekali prosesor quad-core dengan RAM berkapasitas 4 GB. Layarnya berukuran 4,5 inci dengan resolusi mendukung 720p. Adapun kapasitas penyimpanan data sangat besar untuk ukuran smartphone saat ini, yaitu 128 GB.

Dari sisi kamera, Ubuntu Edge menggunakan sensor 8 MP (kamera belakang) dan 2 MP (kamera depan). Fitur koneksi jaringannya pun cukup lengkap dengan mendukung dual-LTE, WiFi 802.11n, Bluetooth, dan NFC.

Ubuntu Edge menerapkan dual booting sistem operasi. Yang artinya selain OS Ubuntu, ia juga bisa menjalankan sistem operasi lain, yaitu Android.

Lima ribu penyumbang awal untuk proyek Indiegogo dengan donasi sebesar 600 dollar AS akan mendapatkan ponsel Ubuntu Edge pada Mei 2014. Ponsel ini sendiri akan dibanderol dengan harga pasaran 830 dollar AS.

Dengan dana terkumpul 32 juta dollar AS, Canonical hanya akan memproduksi 40.000 ponsel. Dana ini diharapkan dapat tercapai dalam waktu 30 hari.

“Jika kami tidak mendapatkan uangnya, kami tidak akan melanjutkan produksinya,” kata pendiri Canonical, Mark Shuttleworth, seperti dikutip dari ZDnet.

Tablet Android Murah – Smartfren Andromax C

Tablet Android Murah – Smartfren Andromax C

Tablet Android Murah – Smartfren Andromax C – Smartfren tak henti-hentinya berinovasi merilis produk-produk terbaru dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang tak kalah dengan gadget high-end. Dilabeli dengan nama Smarfren Andromax C, merupakan salah satu smartphone Android murah karena hanya dibanderol dengan harga 600 ribuan saja.

Android Murah Smartfren

Andromax C dibekali dengan prosesor Dual-Core 1GHz, GPU Adreno 203, memori internal sebesar 4 GB, serta operating system Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dilengkapi fitur Dual SIM CDMA + GSM membuat nomor CDMA dan GSM Anda tetap aktif secara bersamaan.

Dengan spesifikasi tersebut, jelas smartphone ini bisa digunakan untuk berselancar secara multitasking. Paket Smartfren Andromax C bersama kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga lebih terjangkau Rp 649.000 (termasuk PPN) dengan benefit yang sama yaitu gratis paket SMART PLAN Rp. 50.000.

 

Spesifikasi Smartfren Andromax C

  • Jaringan: CDMA2000-1X EVDO Rev. A (3.5G) + GSM, Dual Mode Dual On Active EVDO + GSM
  • Prosesor: Dual-Core Processor 1GHz
  • GPU: Adreno 203
  • Operating system: Android 4.0 Ice Cream Sandwich
  • Internal storage: 4GB ROM + 512 MB RAM
  • Ketebalan: 11 mm
  • Layar: 4 inci WVGA TFT LCD
  • Resolusi: 480 x 800
  • Kamera: 2MP
  • Download speed: up to 3.1 Mbps (EV-DO Rev. A)
  • Fitur: GPS, Wi-Fi (up to 5 users – tethering), Bluetooth 3.0 with A2DP, 3.5 mm audio port (stereo), Micro-USB, Micro-SD slot, FM Radio
  • Baterai: 1,420 mAH
  • Harga: Rp 649.000 (termasuk PPN)
Ponsel Android dengan Layar 3.5 Inci, Acer Liquid ZX

Ponsel Android dengan Layar 3.5 Inci, Acer Liquid ZX

Ponsel Android dengan Layar 3.5 Inci, Acer Liquid ZX – Menurut kabar yang beredar, Acer akan merilis smartphone dengan ukuran mini yakni 3.5 inci. Handphone Android yang akan diluncurkan ini bernama Acer Liquid ZX yang mana akan meramaikan pasar low-end. Kehadiran smartphone yang satu ini memang masih menjadi tanda tanya besar dikarenakan sekarang ini sudah banyak smartphone dengan layar besar meramaikan pasar ponsel.

 smarphone android acer liquid zx

“Banyak orang sudah meninggalkan 3.5 inci. Namun kami tetap akan bertahan dengan ukuran tersebut. Kami akan membuat ponsel dengan ukuran 3.5 inci dan cocok untuk kelas low-end,” kata Presiden Divisi Pemasaran Acer, Liew. Sementara itu pihak Acer belum membeberkan konsep Acer Liquid ZX dan belum bisa memastikan kapan smartphone ini akan diluncurkan. Tapi produsen asal Taipei ini optimis bahwa konsep smartphone berlayar kecil ini akan laris di pasaran karena ramah di tangan dan nyaman di kantong. Untuk harga sendiri, diperkirakan smartphone ini akan dibanderol dengan harga terjangkau karena menarget pangsa pasar low-end.

Jolla Phone – Smartphone dengan OS Jolla Sailfish pertama

Jolla Phone – Smartphone dengan OS Jolla Sailfish pertama

Jolla Phone – Smartphone dengan OS Jolla Sailfish pertama. Bursa pasar smartphone dunia nampaknya akan kedatangan tamu yang siap bersaing untuk memperebutkan konsumen. Ya, nampaknya dalam waktu dekat akan muncul sebuah OS baru yang siap bersaing dengan android, blackberry dan iOS yakni OS Jolla Sailfish.

Sistem operasi Jolla Sailfish OS adalah sistem operasi yang dikembangkan berdasarkan platform MeeGo oleh Marc Dillon yang merupakan mantan karyawan Nokia yang. Dan Kini Jolla Phone, smartphone pertama berbasis Jolla Sailfish OS telah resmi meluncur.

Spesifikasi dari Jolla Phone ini memang tidak terlalu istimewa, dari sisi dapur pacu, smartphone ini ditenagai olej prosesor dual-core dengan kecepatan yang belum diketahui. Chipset yang digunakan oleh Jolla Phone ini juga masih belum diketahui. Spesifikasi detail Jolla Phone seperti besaran memori RAM dan pengolah grafis sampai saat ini belum diketahui pasti.

Sementara dari segi fisik, Jolla Phone datang dengan layar berukuran 4,5 inci dengan resolusi yang belum diketahui, tetapi diperkirakan HD 720p. Smartphone Jolla Phone ini tersedia dalam beberapa pilihan warna, yakni oranye dan hijau.

Untuk fitur dan kelengkapan, Jolla Phone ini dilengkapi dengan memori internal sebesar 16GB dan dibekali dengan slot microSD untuk ekspansi memori eksternal. Tak hanya itu, Jolla Phone ini tidak mengusung desain unibodi, sehingga pengguna dapat dengan mudah melepas baterainya. Jolla Phone ini dibekali kamera belakang dengan resolusi 8 megapiksel.

Namun dari sekian fitur yang menarik dari smartphone ini adalah penggunaan dari Operating System Jolla Sailfish dimana OS tersebut dapat digunakan untuk menjalankan program aplikasi berbasis android.

Seperti yang dilansir dari Engadget (20/05/2013), smartphone Jolla ini kabarnya mulai dijual di Eropa dengan harga 399 Euro atau sekitar Rp 5 jutaan. Belum diketahui apakah smartphone ini akan dijual secara global termasuk di Indonesia.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Jolla Phone – Smartphone dengan OS Jolla Sailfish pertama. Semoga bermanfaat

Coba Google Glass di Android dengan Aplikasi Glass Home

Coba Google Glass di Android dengan Aplikasi Glass Home

Coba Google Glass di Android dengan Aplikasi Glass Home. Anda punya smartphone berbasis android ? dan anda ingin merasakan bagaimana rasanya memakai kacamata canggih dari google, Google Glass ? Jika ya, maka ini mungkin menjadi kabar gembira untuk anda.

Seorang developer asal China, Zhuowei Zhang nampaknya akan mewujudkan impian anda ini. Zhuowei Zhang berbaik hati dengan memasukkan fungsi-fungsi Google Glass ke dalam sebuah aplikasi yang bisa dijalankan dengan perangkat Android. Adapun Aplikasi untuk mencooba Google Glass di Android ini bernama Glass Home.

Glass Home adalah sebuah aplikasi berbentuk file .apk yang tersedia di luar pusat aplikasi resmi Android, Google Play. Oleh Karena itu, perangkat android anda harus sudah diizinkan untuk menginstall aplikasi selain dari sumber Google Play melalui pengaturan sekuriti di menu “Settings”. Adapun untuk OS Android nya sendiri diharuskan menggunakan android versi 4.0 atau lebih baru.

Adapun pola kerja aplikasi ini menggunakan fungsi suara. Nantinya, begitu dijalankan, aplikasi ini akan menampilkan simulasi layar Homescreen pada Google Glass, lengkap dengan tampilan jam yang diproyeksikan ke layar di depan mata pengguna pada kacamata pintar (google glass) tersebut. Untuk mengakses menu, pengguna bisa menggunakan perintah suara dengan mengatakan “Ok Glass”. Perintah-perintah suara juga dipakai untuk menjalankan fungsi lainnya.

Sebagai simulasi yang mengikutsertakan fungsi Google Glass di luar “habitat aslinya”, aplikasi ini tak luput dari berbagai kekurangan. Beberapa pengguna melaporkan sejumlah kesalahan fungsi, seperti rekaman video yang tidak bisa dihentikan, menu yang tak bisa diakses, hingga smartphone yang menjadi “hang” dan terpaksa “restart”.

Pingin mencoba ??? Langsung saja unduh aplikasi ini di https://github.com/zhuowei/Xenologer

Nah, itulah tadi informasi mengenai Coba Google Glass di Android dengan Aplikasi Glass Home. Semoga bermanfaat