Ponsel Murah Naik Daun, Ponsel Mahal Waspada

Ponsel Murah Naik Daun, Ponsel Mahal Waspada – Popularitas ponsel pintar meningkat dalam setengah dasawarsa terakhir dengan jumlah pengguna 1 miliar orang di seluruh dunia. Akan tetapi, popularitasnya diprediksi akan memudar seiring menurunnya permintaan ponsel pintar segmen premium.

Handphone HTC Desire 200

Tahun 2012 lalu, penjualan ponsel pintar mencapai 293 miliar dollar AS, menurut catatan media bisnis Bloomberg. Lebih dari setengah populasi penduduk di Amerika Serikat dan negara maju, telah menggunakan ponsel pintar. Sementara di negara berkembang seperti China dan India, penduduknya lebih memilih ponsel dengan harga terjangkau dan membuat permintaan terhadap ponsel premium cenderung turun.

Lembaga riset IDC memprediksi, harga rata-rata ponsel pintar telah jatuh dari 450 dollar AS menjadi 375 dollar AS sejak awal 2012. Penurunan ini mengancam pertumbuhan pendapatan dan margin keuntung perusahaan besar di industri ponsel pintar, seperti Apple dan Samsung. Selanjutnya, fenomena ini juga akan menekan Nokia dan BlackBerry yang mengandalkan produk baru untuk meningkatkan penjualan.

Fenomena ini diprediksi akan menguntungkan perusahaan seperti Huawei dan Lenovo, dua produsen asal China yang fokus pada ponsel terjangkau.

“Hari di mana pertumbuhan besar di segmen high-end telah hilang,” kata Michael Morgan, analis pasar dari lembaga riset ABI Research. “Sekarang adalah perusahaan China yang tahu bagaimana bertahan hidup dengan margin kecil dan siap untuk bersaing,” lanjutnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Di China, yang notabene adalah pasar besar, Lenovo dan Huawei memilih untuk membanjiri pasar dengan ragam pilihan ponsel, dan harganya juga beragam.

“Ini adalah bisnis ponsel pintar yang sebenarnya, karena beberap rival kami telah mengisi pasar premium yang konyol,” kata JD Howard, wakil presiden dan pengembangan bisnis Lenovo untuk ponsel pintar, tablet, dan televisi.

Apple, Samsung, dan perusahaan lain yang mengandalkan ponsel premium mulai merasa terjepit. Pada Juni 2013, Samsung kehilangan lebih dari 25 miliar dollar AS dalam kapitalisasi pasar.

Menurut mantan CEO eMachines Inc, Stephen Dukker, penurunan rata-rata harga ponsel pintar ini mirip seperti yang terjadi di industri komputer pribadi (personal computer/PC) di akhir 1990-an.

Kala itu, jutaan orang yang ingin membeli PC dan terkoneksi dengan internet, lebih memilih produk murah dari eMachines dan penyedia internet yang terjangkau. IDC mencatat, fenomena ini menyeret turun harga PC dan menjadikannya stabil dari 1.898 dollar AS pada 1996 menjadi 1.026 dollar AS di tahun 2002.

Apple mulai mengantisipasi hal itu, dengan membuat produk yang menghasilkan margin rendah seperti iPad Mini. Bahkan kini, beredar rumor Apple sedang merancang iPhone yang dijual dengan harga terjangkau.

Tak dapat dipungkiri, produk macam ini akan memukul profit Apple. Karena, menurut analis Brian Marshal dari ISI Group, Apple biasa menghasilkan margin kotor lebih dari 50 persen untuk iPhone 5. Sementara iPhone model lama yang masih beredar di pasar, menghasilkan margin kotor kurang lebih 35 persen. Margin Apple jatuh ke 37,5 persen pada kuartal pertama 2013, dari 47,4 persen pada tahun sebelumnya.

Seorang profesor dari Harvard Business School, David Yoffie, berpendapat, perusahaan teknologi tak bisa selamanya mengandalkan pasar di negara maju, karena yang sedang tumbuh adalah negara berkembang. “Diperlukan sebuah evolusi dalam strategi. Mereka tak bisa terus tinggal di tempat mereka berada sekarang,” tutur Yoffie.

Intel dan Microsoft Bela iPhone 4

Intel dan Microsoft Bela iPhone 4

apple iphone 4

Intel dan Microsoft Bela iPhone 4 – Ponsel pintar iPhone 4 besutan Apple terancam dilarang dijual di Amerika Serikat oleh Komisi Dagang Internasional (ITC) karena dianggap melanggar paten Samsung.

Akan tetapi, seperti dikutip dari Mashable, sejumlah nama besar dunia TI seperti Intel, Microsoft, dan Oracle belakangan dilaporkan berupaya mencegah agar smartphone tersebut jangan sampai dicekal.

Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Aliansi Software Bisnis (BSA) itu sampai meminta Presiden Obama untuk membatalkan pelarangan penjual iPhone 4.

Argumen yang mereka ajukan, paten standard-essential (paten yang diperlukan untuk memenuhi standar tertentu dan harus dilisensikan) seperti yang dituduhkan telah dilanggar iPhone 4 tidak boleh dipakai untuk mencekal suatu produk, kecuali dalam keadaan luar biasa.

Selain perusahaan-perusahaan teknologi di atas, operator seluler AT&T dan Verizon Wireless juga memiliki pandangan yang sama soal pencekalan iPhone 4.

Juni lalu, ITC menetapkan bahwa versi AT&T dari iPhone 4, iPhone 3GS, dan iPhone 3G melanggar paten Samsung. Dari ketiganya, hanya iPhone 4 yang masih beredar di pasaran di seluruh dunia.

Campur tangan presiden dalam pencekalan ITC seperti yang diminta sejumlah perusahaan tersebut merupakan hal langka yang terakhir kali terjadi pada masa Presiden Reagan, 1987 lalu.

Apple sendiri memandang bahwa Samsung seharusnya tak bisa memblokir penjualan iPhone dan iPad karena perusahaan Korea itu tak melisensikan paten standard-essential yang dimiliknya di bawah persetujuan yang adil, wajar, dan non-diskriminatif.

VigLink Affiliate Programs – Alternatif Buat Publisher Indonesia

VigLink Affiliate Programs – Alternatif Buat Publisher Indonesia

VigLink.com adalah salah satu program afiliasi yang saat ini sedang hangat diperbincangkan. Mungkin salah satu faktornya adalah datangnya musim penutupan akun Amazon yang menimpa para Publisher Indonesia [ Baca : Badai Banned Adsense dan Amazon ]. Sebenarnya, saya sudah mengenal VigLink sejak Agustus 2012, namun pada saat itu, saya masih belum mengerti sistem kerja dari VigLink. Nah, kali ini saya ingin sedikit menjelaskan tentang program afiliasi VigLink.

Apa itu VigLink ?

VigLink adalah sistem unik nan pintar yang bekerja lain daripada sistem afiliasi lainnya. Sebuah konsep baru dalam me-monetize blog anda. VigLink mengubah outbond link anda menjadi link afiliasi dari bermacam-macam produk yang akan mendatangkan komisi untuk anda jika ada penjualan yang terjadi. Dan bagian yang paling unik adalah, anda tidak perlu membuat akun afiliasi di berbagai macam produk tersebut karena sistem tracking VigLink yang akan mengurusnya.

Simpelnya, VigLink akan membuat outbond link di konten anda ke situs afiliasi / produk yang telah bergabung menjadi partner VigLink. Nantinya, jika pengunjung anda menge-klik link yang telah di-generate oleh VigLink tadi, anda akan mendapatkan komisi atas penjualan yang terjadi. Silakan perhatikan screenshot di bawah ini :

Sampel program afiliasi viglink

Pada gambar diatas, panah menunjukkan bahwa kata “Amazon” digenerate oleh VigLink menjadi outbond link yang mengarah ke website Amazon. Nantinya, jika ada pengunjung yang menge-klik link tersebut, dan membeli produk di Amazon, anda akan mendapat komisi dari penjualan tersebut.

Keuntungan :

1. Konsep baru yang cukup menjanjikan. Karena dari sudut pandang pengunjung yang awam, hanyalah sebuah outbond link biasa.

2. Tidak terlalu mengganggu tampilan situs anda. Jauh berbeda jika anda harus memasang widget, banner, dan lain-lain yang cukup mencolok.

3. Bagi pengguna WordPress, anda tidak perlu ribet, karena sudah tersedia plugin untuk menginstall kode dari VigLink.

4. Hasil yang didapatkan berpotensi jauh lebih besar dibandingkan iklan teks seperti Chitika, Infolinks, hingga AdHitz.

5. Tidak melanggar peraturan Google Adsense, sehingga anda bisa memasang keduanya di situs anda.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut apa itu VigLink, anda bisa membaca secara lengkap disertai penjelasan dengan video di situs VigLink. Disana anda akan mendapatkan informasi lebih lengkap tentang bagaimana VigLink bekerja, sistem pembayaran komisi dan informasi lain yang anda butuhkan.  Silakan klik logo dibawah ini, anda juga bisa langsung membuat akun di VigLink untuk semakin cepat mendapatkan komisi dari VigLink.  Salam Sukses !

viglink affiliate