Mengelola Organisasi Bisnis

Mengelola Organisasi Bisnis

Mengelola Organisasi Bisnis – Untuk mengelola organisasi bisnis diperlukan pengelolaan atau manajemen serta orang yang bertanggung jawab yang disebut manajer. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Kegiatan yang ada dalam organisasi atau perusahaan antara lain meliputi kegiatan pemasaran, produksi, personalia, keuangan dan administrasi keuangan. Orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut disebut manajer. Jadi manajer adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai sasarannya. Semua manajer memiliki tanggung jawab yang sama baik organisasi formal maupun informal. Proses manajemen dilakukan secara bersama-sama oleh manajemen bawah (supervisor) manajemen menengah (middle management) dan manajemen puncak (top management).

Manajemen bawah bertanggung jawab untuk operasi unit tertentu, tugas pokok mereka berada pada proses pengawasan, perencanaan dan pengorganisasian. Manajemen menengah berkaitan dengan tugas-tugas integrasi serta melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan. Manajemen puncak memiliki lebih banyak tanggungjawab pada proses perencanaan dan pengorganisasian serta melakukan sedikit pengawasan. Contoh dari proses manajemen ini misalnya para manajer dapat menentukan gaya kepemimpinan atau mempengaruhi sikap karyawan tentang pekerjaan mereka.

Pengertian atau Definisi Pengorganisasian

Pengertian atau Definisi Pengorganisasian

pengertian dan definisi pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

 

Ada 4 aspek utama penyusunan struktur organisasi yaitu departementalisasi, pembagian kerja, koordinasi, dan rentang manajemen.

 

  1. Departementalisasi adalah pengelompokan dari berbagai aktifitas kerja suatu organisasi supaya berbagai aktifitas yang sama bisa digabungkan dalam satu unit kerja.
  2. Pembagian kerja, adalah rincian tugas/pekerjaan yang harus dilakukan seseorang agar setiap orang yang terlibat dalam organisasi bertanggungjawab melaksanakan aktifitas yang menjadi beban tanggungjawabnya.
  3. Aspek koordinasi yaitu proses pengintegrasian beberapa tujuan aktifitas pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.  Ini untuk mencegah seseorang berbuat untuk kepentingannya sendiri.
  4. Rentang manajemen atau rentang kendali, adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung kepada jumlah bawahan yang melapor kepadanya.
Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian Perencanaan dalam ManajemenFungsi-fungsi manajemen meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan.  Salah satu fungsinya adalah perencanaan.

A. Pengertian perencanaan

Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dengan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut. Hasil suatu proses perencanaan yang baik harus memiliki sejumlah kemampuan organisasi yang berasal dari kemampuannya sendiri, yaitu :

  • Kemampuan memprediksi.
  • Kemampuan menghitung biaya.
  • Kemampuan berkomunikasi.
  • Kemampuan penguasaan teknik-teknik manajemen.

B. Tahap Dasar Perencanaan

Ada 5 buah langkah untuk menyusun suatu perecanaan, yang merupakan tahap dasar perencanaan, yaitu :

  1. Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan.
  2. Merumuskan keadaan saat ini.
  3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
  4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan.
  5. Mempertahankan pengendalian.

C. Hakikat dan pentingnya perencanaan

Perencanaan umumnya harus memperhitungkan beberapa unsur pokok, di antaranya :

  1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
  2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya.
  3. Jangka waktu mencapai sasaran tersebut dan masalah-masalah yang dihadapi.
  4. Modal atau sumberdaya yang akan digunakan.
  5. Kebijaksanaan untuk melaksanakannya.
  6. Orang organisasi atau badan.
  7. Mekanisme pemantauan.

Banyak faktor yang menyebabkan perencanaan menjadi langkah penting dalam organisasi.  Manfaat perencanaan :

  1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  2. Membantu dalam kritalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
  3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
  4. Membantu penempatan tanggungjawab lebih tepat.
  5. Memberikan cara pemberian perintah untuk operasi.
  6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
  7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan lebih mudah dipahami.
  8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
  9. Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Peran perencanaan lainnya :

  1. Mengkoordinasikan usaha-usaha. Ini untuk menyelaraskan pekerjaan antar individu dalam organisasi agar tetap dalam payung dan tujuan organisasi.
  2. Mengatasi perubahan. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan yang potensial muncul selama dari lingkungan.
  3. Mengembangkan manajer. Manajer harus bersifat proaktif.
  4. Mengembangkan standar kinerja. Keberhasilan pekerjaan di masa lalu agar menjadi standar kinerja di masa mendatang.
  5. Mengurangi ketidakpastian.

D. Proses perencanaan dibuat melalui langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan visi yang jelas.
  2. Merumuskan misi ke dalam suatu pernyataan.
  3. Perkiraaan perkembangan organisasi.
  4. Analisis persaingan.
  5. Penetapan sasaran dan tujuan.
  6. Pengembangan rencana kegiatan.
  7. Pengerahan sumber daya.
  8. Mobilisasi dana organisasi.
  9. Penyiapan sumber daya manusia.
  10. Sumber daya teknologi.

E. Jenis Perencanaan :

  1. Perencanaan menurut fungsinya.
  2. Perencanaan strategik.
  3. Perencanaan taktis operasional.
  4. Rencana berkesinambungan.
  5. Perencanaan menurut ruang lingkup kewilayahan.
  6. Perencanaan menurut jangka waktunya.

F. Pendekatan dalam perencanaan :

  1. Pendekatan Management by Objective.
  2. Pendekatan perencanaan Inside Out / Inside in.
  3. Pendekatan perencanaan contingency.
  4. Pendekatan social demand.
  5. Pendekatan man power.
  6. Pendekatan Rate of Return atau Cost Benefit Ratio.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Robbins dan Coulter (1999) menyebutkan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan.

• Perencanaan
Mencakup pendefinisian tujuan, penetapan strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.

• Pengorganisasian
adalah menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana tugas-tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan pada tingkat mana keputusan harus dibuat.

• Kepemimpinan
meliputi kegiatan-kegiatan memotivasi bawahan, mengarahkan, menyeleksi saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik.

• Pengendalian
meliputi pemantauan kegiatan-kegiatan untuk memastikan bahwa semua orang mencapai apa yang telah direncanakan dan mengkoreksi penyimpangan-penyimpangan yang ada.