Jenis-Jenis Manajer dan Keterampilan Manajer

Jenis-jenis atau tingkatan manajer menurut Robbins dan Coulter (1999) adalah :

Manajer lini pertama : Manajer tingkat paling rendah. Para manajer ini sering disebut penyelia, manajer kantor, manajer departemen.

Manajer menengah : Mencakup semua tingkat manajemen antara tingkat penyelia dan tingkat puncak. Misalnya kepala bagian, kepala biro, manajer pabrik, manajer devisi, general manajer, dekan.

Manajer puncak : Manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan Keputusan organisasi. Misalnya presiden direktur, CEO, COO, presiden komisaris.

Perbedaan tingkatan manajemen mempengaruhi fungsi manajemen yang dilakukan, di mana ada 2 fungsi manajemen yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif.

• Semakin rendah jabatan, maka lebih banyak mengerjakan fungsi manajemen operatif.

• Semakin tinggi jabatan, lebih banyak menggunakan fungsi administratif.

Menurut Stoner dan Hankel (1986), ada 3 tingkat keterampilan manajer, yaitu keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual dengan penjelasan masing-masing sebagai berikut :

1. Keterampilan teknis : kemampuan menggunakan alat-alat, prosedur, dan
teknik suatu bidang yang khusus.

2. Keterampilan manusiawi : Kemampuan untuk bekerja dengan orang lain.

3. Keterampilan konseptual : kemampuan mental untuk mengkoordinasi dan
memadukan semua kepentingan dan kegiatan
organisasi.

Bagi manajer lini pertama, bobot yang terbesar adalah keterampilan teknis diikuti keterampilan manusiawi lalu keterampilan konseptual. Semakin ke arah manajer puncak, bobot terbesar adalah keterampilan konseptual, diikuti keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknis.

Dasar, Manfaat, Jenis dan Tipe Pengawasan

Dasar, Manfaat, Jenis dan Tipe Pengawasan

manfaat pengawasan manajemenDasar-dasar Pengawasan
Menurut Handoko dalam Dadang dan Sylvana (2007), Pengawasan adalah upaya yang dilakukan para manajer untuk menjaga agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh karyawan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan.  Dari definisi tersebut tampak terlihat hubungan yang sangat erat.

Manfaat Pengawasan adalah sebagai berikut :

Perubahan.
Adanya perubahan karena lingkungan yang dinamis sehingga perlu diawasi pelaksanaan dari suatu rencana.
Ini memerlukan penyesuaian baru.

Kompleksitas.
Organisasi bisnis berkembang semakin kompleks sehingga perlu diawasi.

Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang.
Karena kompleksitas, maka sebagian wewenang perlu didelegasikan untuk efisiensi.  Untuk itu perlu diadakan pengawasan.

Kesalahan.
Karena ada kemungkinan terjadi resiko kesalahan dalam pelaksanaan suatu kegiatan sehingga perlu diadakan pengawasan.

Ini agar dapat dilakukan tindakan perbaikan.

 
 

Jenis dan Tipe Pengawasan :

Pengawasan pendahuluan.
Adalah untuk mendeteksi penyimpangan dari standar tertentu.

Pengawasan concurrent (yes/no).
Pengawasan yang dilakukan selama aktifitas berlangsung.  Jika ada penyimpangan, maka manajer dapat mengoreksi sebelum masalahnya menjadi besar.

Pengawasan umpan balik.
Pengawasan ini mengevaluasi hasil-hasil yang telah terjadi.  Apabila terdapat penyimpangan pada output yang dihasilkan maka perlu dilakukan koreksi.

Pengawasan multiple.
Adalah pengawasan untuk semua titik-titik strategis pengawasan, baik di input, proses, atau output.  Pada pengawasan multiple, setiap bagian baik input, proses, maupun output memiliki peranan yang penting.

Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian Perencanaan dalam ManajemenFungsi-fungsi manajemen meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan.  Salah satu fungsinya adalah perencanaan.

A. Pengertian perencanaan

Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dengan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut. Hasil suatu proses perencanaan yang baik harus memiliki sejumlah kemampuan organisasi yang berasal dari kemampuannya sendiri, yaitu :

  • Kemampuan memprediksi.
  • Kemampuan menghitung biaya.
  • Kemampuan berkomunikasi.
  • Kemampuan penguasaan teknik-teknik manajemen.

B. Tahap Dasar Perencanaan

Ada 5 buah langkah untuk menyusun suatu perecanaan, yang merupakan tahap dasar perencanaan, yaitu :

  1. Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan.
  2. Merumuskan keadaan saat ini.
  3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
  4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan.
  5. Mempertahankan pengendalian.

C. Hakikat dan pentingnya perencanaan

Perencanaan umumnya harus memperhitungkan beberapa unsur pokok, di antaranya :

  1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
  2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya.
  3. Jangka waktu mencapai sasaran tersebut dan masalah-masalah yang dihadapi.
  4. Modal atau sumberdaya yang akan digunakan.
  5. Kebijaksanaan untuk melaksanakannya.
  6. Orang organisasi atau badan.
  7. Mekanisme pemantauan.

Banyak faktor yang menyebabkan perencanaan menjadi langkah penting dalam organisasi.  Manfaat perencanaan :

  1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  2. Membantu dalam kritalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
  3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
  4. Membantu penempatan tanggungjawab lebih tepat.
  5. Memberikan cara pemberian perintah untuk operasi.
  6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
  7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan lebih mudah dipahami.
  8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
  9. Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Peran perencanaan lainnya :

  1. Mengkoordinasikan usaha-usaha. Ini untuk menyelaraskan pekerjaan antar individu dalam organisasi agar tetap dalam payung dan tujuan organisasi.
  2. Mengatasi perubahan. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan yang potensial muncul selama dari lingkungan.
  3. Mengembangkan manajer. Manajer harus bersifat proaktif.
  4. Mengembangkan standar kinerja. Keberhasilan pekerjaan di masa lalu agar menjadi standar kinerja di masa mendatang.
  5. Mengurangi ketidakpastian.

D. Proses perencanaan dibuat melalui langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan visi yang jelas.
  2. Merumuskan misi ke dalam suatu pernyataan.
  3. Perkiraaan perkembangan organisasi.
  4. Analisis persaingan.
  5. Penetapan sasaran dan tujuan.
  6. Pengembangan rencana kegiatan.
  7. Pengerahan sumber daya.
  8. Mobilisasi dana organisasi.
  9. Penyiapan sumber daya manusia.
  10. Sumber daya teknologi.

E. Jenis Perencanaan :

  1. Perencanaan menurut fungsinya.
  2. Perencanaan strategik.
  3. Perencanaan taktis operasional.
  4. Rencana berkesinambungan.
  5. Perencanaan menurut ruang lingkup kewilayahan.
  6. Perencanaan menurut jangka waktunya.

F. Pendekatan dalam perencanaan :

  1. Pendekatan Management by Objective.
  2. Pendekatan perencanaan Inside Out / Inside in.
  3. Pendekatan perencanaan contingency.
  4. Pendekatan social demand.
  5. Pendekatan man power.
  6. Pendekatan Rate of Return atau Cost Benefit Ratio.

Elemen Lingkungan Khusus

Elemen Lingkungan Khusus – Lingkungan khusus terdiri dari; konsumen, pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingan. Elemen pertama adalah konsumen. Konsumen atau pelanggan menukarkan sumber daya yang dimiliki yaitu uang dengan produk atau jasa. Konsumen disini selain bisa berbentuk lembaga seperti rumah sakit, sekolah, atau lembaga pemerintah, juga bisa merupakan individu-individu. Organisasi mengambil atau membeli input seperti bahan baku , jasa, energi peralatan serta tenaga kerja dari lingkungan luar. Organisasi tergantung pada pemasok yang menyediakan semua kebutuhan untuk proses produksi.

kemampuan manajerial seorang manajer

Dalam rangka menaikkan pangsa pasar, organisasi dapat melakukan dua cara, pertama mendapatkan lebih banyak konsumen, kedua, dengan mengalahkan pesaing untuk memenangkan pasar. Untuk itu organisasi harus menganalisis pesaing dan menetapkan strategi tertentu agar menang dalam persaingan. Pada berbagai usaha atau bisnis tidak terlepas dari persaingan. Banyak hal yang dapat ditiru oleh pesaing, seperti jenis produk, kemasan produk, cara penjualan, hingga nama produk yang dibuat hampir sama. Misalnya untuk produk minuman kemasan saat ini banyak sekali nama-nama yang mirip sehingga kadang membingungkan konsumen. Produk tekstil yang diekspor Cina ke Indonesia yang dijual dengan harga murah dapat menjadi pesaing bagi perkembangan industri tekstil di Indonesia .

Elemen lingkungan khusus yang lain yaitu kelompok kepentingan (pressure group). Setiap organisasi memiliki kelompok kepentingan yang berbeda-beda. Misalnya rumah sakit harus memperhatikan kelompok di luar yang berkepentingan terhadap organisasi, yaitu kelompok dokter, perawat, dan pasien. Kelompok-kelompok ini dapat memberikan pressure atau tekanan bila organisasi melakukan kesalahan. Sebagai contoh sering kita dengar kasus malpraktek suatu rumah sakit atas pasien, yang banyak mendapat perhatian dari masyarakat.

Lingkungan khusus dapat mempengaruhi organisasi untuk berubah. Contohnya teknologi komputer saat ini memungkinkan orang untuk memperoleh, menyimpan, mongkoordinasikan dan mentransfer informasi dalam jumlah besar di manapun dia berada. Namun kemajuan teknologi juga dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi, seperti pembobolan kartu kredit.