Peluang Usaha Grosir Deterjen atau Sabun Laundry

Peluang Usaha Grosir Deterjen atau Sabun Laundry

Peluang Usaha Grosir Deterjen atau Sabun Laundry – Dewasa ini, bisnis Laundry sudah cukup menjamur. Bahkan tak hanya di daerah perkotaan, di gang-gang sempit pun dapat kita jumpai tempat Laundry.  Hal ini tentunya juga mempengaruhi munculnya ladang bisnis baru, yaitu grosir deterjen / sabun laundry, pewangi hingga peralatan laundry. Salah satu yang cukup berpeluang menghasilkan omzet besar adalah grosir deterjen / sabun laundry. Usaha ini bisa dijadikan alternatif untuk menjadi bisnis sampingan yang cukup menjanjikan, bahkan tak mustahil pula menjadi bisnis yang tumbuh dengan pesat.

 tips peluang usaha grosir deterjen sabun laundry murah

Jika anda ingin serius untuk mendalami bisnis ini, anda bisa browsing di internet atau belajar kepada orang lain untuk membuat sendiri deterjen laundry. Selain itu, anda juga bisa mencoba untuk mencari buku-buku yang membahas tentang deterjen atau sabun laundry. Namun yang harus anda perhatikan adalah keamanan tentang deterjen buatan anda tersebut. Jadi jangan sampai ketika digunakan, sabun tersebut berbahaya bagi pengguna.

Setelah anda mempunyai deterjen / sabun laundry buatan sendiri, anda bisa mencoba untuk memasarkan produk anda tersebut ke usaha-usaha laundry yang ada di sekitar rumah anda. Usahakan harga yang anda tawarkan lebih murah sebagai harga perkenalan ( harga promosi ) agar mereka tertarik. Anda juga bisa mencoba menawarkan produk deterjen laundry anda di internet untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas.

Bagi anda yang berminat menjadi reseller Sabun Laundry, kami menyediakan berbagai macam kebutuhan sabun mulai dari Sabun Laundry, Sabun Cuci Piring, Sabun Cuci Tangan dan Pewangi Pakaian.

Hubungi :

Agus Supriyanto – 085725590356

VigLink Affiliate Programs – Alternatif Buat Publisher Indonesia

VigLink Affiliate Programs – Alternatif Buat Publisher Indonesia

VigLink.com adalah salah satu program afiliasi yang saat ini sedang hangat diperbincangkan. Mungkin salah satu faktornya adalah datangnya musim penutupan akun Amazon yang menimpa para Publisher Indonesia [ Baca : Badai Banned Adsense dan Amazon ]. Sebenarnya, saya sudah mengenal VigLink sejak Agustus 2012, namun pada saat itu, saya masih belum mengerti sistem kerja dari VigLink. Nah, kali ini saya ingin sedikit menjelaskan tentang program afiliasi VigLink.

Apa itu VigLink ?

VigLink adalah sistem unik nan pintar yang bekerja lain daripada sistem afiliasi lainnya. Sebuah konsep baru dalam me-monetize blog anda. VigLink mengubah outbond link anda menjadi link afiliasi dari bermacam-macam produk yang akan mendatangkan komisi untuk anda jika ada penjualan yang terjadi. Dan bagian yang paling unik adalah, anda tidak perlu membuat akun afiliasi di berbagai macam produk tersebut karena sistem tracking VigLink yang akan mengurusnya.

Simpelnya, VigLink akan membuat outbond link di konten anda ke situs afiliasi / produk yang telah bergabung menjadi partner VigLink. Nantinya, jika pengunjung anda menge-klik link yang telah di-generate oleh VigLink tadi, anda akan mendapatkan komisi atas penjualan yang terjadi. Silakan perhatikan screenshot di bawah ini :

Sampel program afiliasi viglink

Pada gambar diatas, panah menunjukkan bahwa kata “Amazon” digenerate oleh VigLink menjadi outbond link yang mengarah ke website Amazon. Nantinya, jika ada pengunjung yang menge-klik link tersebut, dan membeli produk di Amazon, anda akan mendapat komisi dari penjualan tersebut.

Keuntungan :

1. Konsep baru yang cukup menjanjikan. Karena dari sudut pandang pengunjung yang awam, hanyalah sebuah outbond link biasa.

2. Tidak terlalu mengganggu tampilan situs anda. Jauh berbeda jika anda harus memasang widget, banner, dan lain-lain yang cukup mencolok.

3. Bagi pengguna WordPress, anda tidak perlu ribet, karena sudah tersedia plugin untuk menginstall kode dari VigLink.

4. Hasil yang didapatkan berpotensi jauh lebih besar dibandingkan iklan teks seperti Chitika, Infolinks, hingga AdHitz.

5. Tidak melanggar peraturan Google Adsense, sehingga anda bisa memasang keduanya di situs anda.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut apa itu VigLink, anda bisa membaca secara lengkap disertai penjelasan dengan video di situs VigLink. Disana anda akan mendapatkan informasi lebih lengkap tentang bagaimana VigLink bekerja, sistem pembayaran komisi dan informasi lain yang anda butuhkan.  Silakan klik logo dibawah ini, anda juga bisa langsung membuat akun di VigLink untuk semakin cepat mendapatkan komisi dari VigLink.  Salam Sukses !

viglink affiliate

Pengertian atau Definisi Pengorganisasian

Pengertian atau Definisi Pengorganisasian

pengertian dan definisi pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

 

Ada 4 aspek utama penyusunan struktur organisasi yaitu departementalisasi, pembagian kerja, koordinasi, dan rentang manajemen.

 

  1. Departementalisasi adalah pengelompokan dari berbagai aktifitas kerja suatu organisasi supaya berbagai aktifitas yang sama bisa digabungkan dalam satu unit kerja.
  2. Pembagian kerja, adalah rincian tugas/pekerjaan yang harus dilakukan seseorang agar setiap orang yang terlibat dalam organisasi bertanggungjawab melaksanakan aktifitas yang menjadi beban tanggungjawabnya.
  3. Aspek koordinasi yaitu proses pengintegrasian beberapa tujuan aktifitas pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.  Ini untuk mencegah seseorang berbuat untuk kepentingannya sendiri.
  4. Rentang manajemen atau rentang kendali, adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung kepada jumlah bawahan yang melapor kepadanya.
Gambaran, Proses, Tipe dan Gaya Pengambilan Keputusan

Gambaran, Proses, Tipe dan Gaya Pengambilan Keputusan

manajer pengambilan keputusan

A. Gambaran Umum.

Salah satu fungsi seorang manajer adalah mengambil keputusan dalam menjalankan organisasi.

 

B. Proses pengambilan keputusan.

  1. Mengidentifikasi atau menganalisis masalah.
  2. Mengidentifikasi kriteria keputusan.

 

C. Tipe-tipe keputusan :

  1. Keputusan diprogram : keputusan-keputusan rutin.
  2. Keputusan tidak diprogram : keputusan-keputusan sekali pakai.

 

D. Gaya pengambilan keputusan :

  1. Gayamengarahkan.
  2. Gayaanalisis.
  3. Gayakonseptual.
  4. Gayaperilaku.

 

E. Hambatan psikologis ketika mengambil sebuah keputusan :

  1. Penyakit Hamlet : adanya keraguan.
  2. Dorongan berlebihan : tergesa-gesa.
  3. Kecemasan memikirkan akibat : terlalu khawatir.
  4. Berdiam diri : memperlambat pengambilan keputusan.

 

F. Berbagai tindakan jika keputusan gagal dilaksanakan :

  1. Menyadari. Menyadari kegagalan adalah penting untuk segera mengambil tindakan perbaikan.  Kegagalan bisa juga disebabkan faktor lingkungan.
  1. Melangkah mundur. Apabila pengambilan keputusan mengalami hambatan. Kita dapat berhenti untuk menganalisis di titik mana ada kesalahan.  Ini disebut melangkah mundur untuk melihat kesalahan dan ini lebih baik daripada terus melangkah.
  1. Mengganti. Ini dilakukan jika personil yang ditunjuk tidak cakap melaksanakan tugas yang diberikan sehingga perlu diganti
  1. Mengubah Jika sudah diputuskan, tidak mudah mengubah personil.  Namun jika menghadapi kendala, kita dapat memodifikasi keadaan dengan penambahan, pengurangan, dan perbaikan dari rencana yang telah disusun, dengan berkonsultasi dengan jajaran atas, selevel, dan bawah untuk memperoleh dukungan.

 

G. Berbagai penyebab terjadinya kesulitan ketika akan mengambil keputusan.

Seorang manajer terkadang sulit mengambil keputusan, hal ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya adalah :

  1. Kurang lengkapnya informasi dan data yang kita perlukan.
  2. Kesulitan menggunakan tolok ukur.
  3. Munculnya tujuan ganda.
  4. Adanya lebih dari 1 orang yang berwenang mengambil keputusan.

 

H. Meningkatkan keterlibatan kelompok dalam pembuatan keputusan.

Pembuatan keputusan akan lebih optimal jika kita dapat melibatkan kelompok kita dalam pengambilan keputusan.  Ini penting karena dapat menggali masukan-masukan dari anggota kelompok untuk hasil yang lebih optimal, karena kita telah melibatkan seluruh potensi yang ada di organisasi.

 

I. Teknik-teknik pembuatan keputusan kelompok :

  1. Teknik curah pendapat temu muka.
  • Setiap anggota kelompok bebas mencurahkan pendapat apapun.
  • Semakin besar ide semakin baik.
  1. Teknik kelompok nominal.

Mirip dengan individual brainstorming.  Hanya di sini anggota kelompok bekerja di antara kehadiran orang lain.  Lalu ide-ide peserta dapat dilihat perserta lain.  Hal ini dapat memberikan hambatan karena adanya perasaan diawasi.

  1. Teknik Delphi.

Teknik di mana melibatkan para ahli untuk menanggapi sejumlah pertanyaan dari anggota sehingga mencapai suatu kesepakatan atas suatu persoalan.

  1. Teknik pendapat elektronik.

Adalah kombinasi antara teknik nominal dengan teknologi komputer. Hasilnya akan lebih cepat, karena tidak perlu menunggu giliran.  Disamping itu dapat bebas tanpa takut dievaluasi karena tidak diketahui nama si pemberi ide.  Hanya memiliki beberapa kelemahan, di antaranya adalah lebih mahal, dan lalu bagi sebagian orang ada yang lebih terampil bicara lisan daripada menggunakan komputer.

 

Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian, Hakikat, Proses dan Jenis Perencanaan Manajemen

Pengertian Perencanaan dalam ManajemenFungsi-fungsi manajemen meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan.  Salah satu fungsinya adalah perencanaan.

A. Pengertian perencanaan

Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dengan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut. Hasil suatu proses perencanaan yang baik harus memiliki sejumlah kemampuan organisasi yang berasal dari kemampuannya sendiri, yaitu :

  • Kemampuan memprediksi.
  • Kemampuan menghitung biaya.
  • Kemampuan berkomunikasi.
  • Kemampuan penguasaan teknik-teknik manajemen.

B. Tahap Dasar Perencanaan

Ada 5 buah langkah untuk menyusun suatu perecanaan, yang merupakan tahap dasar perencanaan, yaitu :

  1. Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan.
  2. Merumuskan keadaan saat ini.
  3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
  4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan.
  5. Mempertahankan pengendalian.

C. Hakikat dan pentingnya perencanaan

Perencanaan umumnya harus memperhitungkan beberapa unsur pokok, di antaranya :

  1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
  2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya.
  3. Jangka waktu mencapai sasaran tersebut dan masalah-masalah yang dihadapi.
  4. Modal atau sumberdaya yang akan digunakan.
  5. Kebijaksanaan untuk melaksanakannya.
  6. Orang organisasi atau badan.
  7. Mekanisme pemantauan.

Banyak faktor yang menyebabkan perencanaan menjadi langkah penting dalam organisasi.  Manfaat perencanaan :

  1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  2. Membantu dalam kritalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
  3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
  4. Membantu penempatan tanggungjawab lebih tepat.
  5. Memberikan cara pemberian perintah untuk operasi.
  6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
  7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan lebih mudah dipahami.
  8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
  9. Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Peran perencanaan lainnya :

  1. Mengkoordinasikan usaha-usaha. Ini untuk menyelaraskan pekerjaan antar individu dalam organisasi agar tetap dalam payung dan tujuan organisasi.
  2. Mengatasi perubahan. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan yang potensial muncul selama dari lingkungan.
  3. Mengembangkan manajer. Manajer harus bersifat proaktif.
  4. Mengembangkan standar kinerja. Keberhasilan pekerjaan di masa lalu agar menjadi standar kinerja di masa mendatang.
  5. Mengurangi ketidakpastian.

D. Proses perencanaan dibuat melalui langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan visi yang jelas.
  2. Merumuskan misi ke dalam suatu pernyataan.
  3. Perkiraaan perkembangan organisasi.
  4. Analisis persaingan.
  5. Penetapan sasaran dan tujuan.
  6. Pengembangan rencana kegiatan.
  7. Pengerahan sumber daya.
  8. Mobilisasi dana organisasi.
  9. Penyiapan sumber daya manusia.
  10. Sumber daya teknologi.

E. Jenis Perencanaan :

  1. Perencanaan menurut fungsinya.
  2. Perencanaan strategik.
  3. Perencanaan taktis operasional.
  4. Rencana berkesinambungan.
  5. Perencanaan menurut ruang lingkup kewilayahan.
  6. Perencanaan menurut jangka waktunya.

F. Pendekatan dalam perencanaan :

  1. Pendekatan Management by Objective.
  2. Pendekatan perencanaan Inside Out / Inside in.
  3. Pendekatan perencanaan contingency.
  4. Pendekatan social demand.
  5. Pendekatan man power.
  6. Pendekatan Rate of Return atau Cost Benefit Ratio.